Short video Upload

ceritakan musibahmu ! #inspirasiselalu #fyp

admingacor

0

0

1

Bahaya Judi online dalam kehidupan, apapun hasilnya bisa merusak hidup ini sampai ke akar-akarnya.

admingacor

0

0

1

Gara-gara ketagihan main Judi Slot malah jadi tukang tipu-tipu. #semarang #kriminal #poldajawatengah #mediasosial #jawatengah

admingacor

0

0

5,480

⁣Selebgram Endorse Judi Online Ditangkap.

admingacor

0

0

3

Aiman Witjaksono menceritakan bagaimana ia bertemu dan melakukan wawancara dengan para pelaku dibalik ju*i online. Biar gak salah paham, langsung nonton full di youtube: Kasisolusi #aimanwitjaksono #amandamanopo #investigasi

admingacor

0

0

1

Kota Semarang memiliki cerita sejarah yang lekat dengan peristiwa Gerakan 30 September PKI atau dikenal dengan G30S/PKI. Salah satu bukti sejarah itu ditandai dengan adanya makam korban G30S/PKI di kawasan Hutan Plumbon, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.Cukup sulit untuk menemukan makam tua bersejarah ini. Letaknya di tengah hutan, dikelilingi pohon-pohon besar dan banyak rumput ilalang.Sesampainya di lokasi, terdapat batu nisan setinggi kira-kira 1 meter yang diapit dua lingkaran bebatuan. Tak hanya itu, ada pula pondasi batu bata berlumut sepanjang 4x8 meter mengelilingi kawasan makam.Tulisan hitam diatas batu nisan kini tampak pudar. Meski demikian, beberapa nama jenazah yang dikuburkan masih bisa terbaca.Salah satu warga Plumbon, Ahmad Khamin, menuturkan, nisan berwarna abu pudar itu telah diresmikan tahun 2015 lalu oleh Perkumpulan Aktivis Semarang Peduli HAM (PAS-HAM).Dirinya menyebut, terdapat 8 nama yang terdeteksi dari 24 jenazah yang dikubur di makam tersebut.Dia mengatakan, sekitar tahun 90 hingga 2000-an, makam korban pembantaian G30S/PKI ini kerap didatangi oleh masyarakat untuk mencari nomor togel. Bahkan, pencari nomor togel juga ikut serta merawat makam tersebut.Sementara itu, Aktivis Kemanusiaan dan Penggiat HAM dari Perkumpulan Masyarakat Semarang, Yunantyo Adi, membenarkan jika makam tersebut pernah menjadi kawasan ritual mencari togel.Justru, mereka lah yang sering membersihkan, dan membuat lingkaran bebatuan di sekitar batu nisan.Dirinya menuturkan, makam bersejarah ini diresmikan pada 1 Juni 2015 oleh kawan-kawan aktivis. Namun seiring berjalannya waktu, The International Center for the Promotion of Human Rights (CIPDH), organisasi dibawah naungan UNESCO menobatkan makam tersebut sebagai situs sejarah korban perang.

admingacor

0

0

2